Monitor Kreatif

Terdepan Mengabarkan

November 2, 2026

Setelah 9 Tahun ‘Tidur’, BPK Pandohop Bangkit Kembali Demi Warga Palangka Raya

Ketua BPK Pandohop Palangka Raya, Jean Steve, yang didampingi oleh Sekretaris Tommy D. Djantan, menegaskan bahwa langkah menghidupkan kembali BPK Pandohop bukan sekedar momen nostalgia, melainkan penegasan atas komitmen sosial yang telah tertanam sejak lama.

MONITOR KREATIF, Palangka Raya — Gelombang semangat kemanusiaan kembali membumbung tinggi di Kota Cantik Palangka Raya. Setelah sempat vakum dan nonaktif selama hampir sembilan tahun sejak 2017, Barisan Pemadam Kebakaran Pandohop secara resmi dibangkitkan kembali oleh jajaran personil dan pengurus seniornya pada tahun 2026 ini.

Reaktivasi organisasi pemadam kebakaran swasta yang memiliki rekam jejak panjang di Palangka Raya ini didasari oleh panggilan moral dan kepedulian yang mendalam terhadap keselamatan warga dari ancaman bencana kebakaran.

Ketua BPK Pandohop Palangka Raya, Jean Steve, yang didampingi oleh Sekretaris Tommy D. Djantan, menegaskan bahwa langkah menghidupkan kembali BPK Pandohop bukan sekedar momen nostalgia, melainkan penegasan atas komitmen sosial yang telah tertanam sejak lama.

“Kami hadir kembali bukan tanpa sebab. Ini adalah bentuk penjagaan komitmen dan janji kemanusiaan kami kepada masyarakat yang telah diikratkan sejak 16 Oktober 2008 lalu. Salah satu cita-cita utama kami adalah untuk selalu berada di barisan terdepan dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya kebakaran pemukiman dan perumahan di Palangka Raya,” ujar Jean Steve saat memberikan keterangan resmi, Minggu (1/11/2026).

Saat ini, relawan dan pengurus BPK Pandohop yang bermarkas strategis di Komplek Universitas Palangka Raya (UPR) tersebut tengah bergerak cepat melengkapi serta menyusun berkas administrasi penataan ulang.

Langkah mendasar yang dilakukan mencakup pengaktifan kembali status legalitas organisasi yang sempat dibekukan, baik di Kantor Pelayanan Pajak maupun Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya.

Sekretaris BPK Pandohop, Tommy D. Djantan, menambahkan bahwa penataan legalitas dan restrukturisasi internal menjadi prioritas utama agar operasional relawan di lapangan kelak memiliki payung hukum yang kuat serta terkordinasi baik dengan pemangku kepentingan daerah.

“Selain urusan perizinan dan administrasi, kami juga sedang mendata ulang kesiapan armada, sarana prasarana penunjang, hingga penataan pendaftaran anggota relawan. Kita ingin BPK Pandohop tidak hanya kembali hadir, tetapi hadir dengan sistem kesiapsiagaan yang profesional, responsif, dan terintegrasi,” tegas Tommy.

Kembalinya BPK Pandohop ke kancah sukarelawan penanggulangan bencana mendapat sambutan positif dari berbagai elemen warga.

Mengingat karakteristik wilayah Kota Palangka Raya yang memiliki dinamika pemukiman padat serta rawan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat musim kemarau, kehadiran BPK Pandohop diyakini akan memperkuat benteng pertahanan sipil di lapangan.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras para pengurus, kembalinya BPK Pandohop diharapkan menjadi angin segar bagi upaya pencegahan dan penanganan musibah kebakaran.

Kehadiran mereka siap melengkapi jajaran instansi pemerintah seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta instansi terkait lainnya demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Palangka Raya. (AJn/Tomy)

(Red/Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini